Minggu, 21 April 2019
Tidak Mau Ditolak? Jangan Jualan
HANYA ORANG JUALAN YANG PERNAH DITOLAK
TIDAK MAU DITOLAK? JANGAN JUALAN
Tamparan keras buat saya ketika pernah suatu kali mengeluh, “jualan kok gini-gini amat susahnya!”
Bukanlah selalu ada resiko dalam setiap usaha atau pekerjaan?
Bagi seorang penjual, resikonya ditolak, jualan tidak laku.
Kalau berhenti jualan, resikonya: biaya hidup tidak terpenuhi, anak istri tidak makan,pertengkaran rumah tangga, ekonomi merosot dll.
Saya tidak tahu apakah Anda lebih memilih tetap jualan dan terus belajar caranya sampai laris.
Atau berhenti dan melihat keluarga kesulitan ekonomi dan bersikap seperti orang pasrah (yang pada kenyataannya adalah malas dan mati akal).
Mungkin ada beberapa yang berhenti dan menerima saja keadaan tanpa berusaha memperbaiki
Tetapi saya sendiri lebih sering melihat orang-orang yang berjuang memperbaiki keadaan. Mereka yang berusaha sekuat tenaga untuk terus meniti tangga keberhasilan meskipun susah payah.
Mungkin Anda masih ingat kisah hidup kolonel Sanders yang pada masa pensiunnya mendatangi ribuan restoran untuk menawarkan resep ayam gorengnya.
Sampai akhirnya diterima oleh Kentucky Fried Chicken yang kemudian membuatnya menjadi milyarder di usia senja.
Saya rasa Anda juga tahu kalau di tahun pertamanya, Coca Cola hanya berhasil menjual 25 botol. Tetapi karena mereka tidak menyerah, Pasar minuman bersoda dunia sekarang dikuasai oleh mereka.
Mereka adalah sosok-sosok yang tidak menyerah oleh keadaan.
Ketika gagal, mereka memeriksa dan mencari tahu penyebabnya, memperbaikinya dan mengusahakannya lagi.
Ketika mencapai satu titik keberhasilan, mereka juga tidak berdiam menikmati kesuksesan. Mereka kemudian memikirkan pengembangannya.
Apa yang Anda jual sekarang?
Makanan ringan? Cookies? Buku bisnis? Kosmetik? Obat herbal fashion atau apa?
Apa masalah Anda?
Belum ada yang beli? Mengeluh karena banyak yg chat tetapi sedikit yang beli?
Banyak chat sedikit yang beli
Bisa jadi karena Anda menawarkan kepada orang yang tingkat ekonominya tidak bisa membeli produk dengan harga yang Anda tawarkan. Salah target market.
Bagaimana caranya mendapatkan target market yang tepat?
Salah satu caranya adalah dengan mencari tempat dimana mereka berkumpul.
Dimana mereka berkumpul?
Kalau produk Anda adalah kosmetik harga jutaan, carilah penjual kosmetik yang harga serupa, amati siapa yang bertransaksi disana. Follow atau add dia (bisa juga dan teman-temannya)
Yang pasti:
Pertama, orang yang suka dengan produk Anda
Kedua, cari orang yang suka dan mampu beli produk Anda.
Kalau suka, tetapi tidak mampu beli, minimal akan like atau komen. Atau mereka akan berdoa dan berusaha supaya suatu saat bisa beli produk Anda hehehe.
Kalau ada yang suka dan mampu beli, buatlah supaya mereka membeli. Setelah mereka membeli, ajak mereka bergabung dengan tim Anda.
Karena biasanya orang cenderung berkumpul dengan teman yang selevel. Orang yang mampu beli, pasti punya teman yang tingkat ekonominya sama dengan dia.
Dengan menjadikannya team atau mitra pemasaran Anda, artinya Anda sudah membuka satu market baru lagi.
Ingat: setiap produk ada jodohnya.
kalau belum laku, berarti belum ketemu jodohnya.
Apa yang harus dilakukan? temukan jodohnya
i
Semoga bisa menginspirasi🙏
Wassalam,
*Harryadi Firman*
Group FB : bit.ly/MediaBelajarBisnisOnline
Telegram : t.me/channelHarryadi
Blog : https://harryadi-firman.blogspot.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar